Friday, March 13, 2009

Smuting dan Smoothing


"Dewiii! Rambutnya diapain?"

"Dewiiii rambutnya kok lurus?"

"Eiiittsss rambuuuut!"

"Eh Dewiii kenapa sih kok ditutupin? Bagus kaliii rambutnya, cantik!"

"Ahahahaha rambut lu kenapa Dew? Bagus kok bagus"

"Dewi, kenapa kok mutusin buat dismuting?"

"Wahahaahahaa eta rambut kenapa lurus? Jadi jelek anjir"

"Dewi, rambutnya... lembek"

"Wahahahahhaha Dew, lu kayak Tante gua yang dari Papua siah! Wahahahahhaahaha"

"Hei smuting nih cieee"

"Ih Dek! Rambut lu jelek ih!"


Tiga hari lalu semua orang komentar tentang rambut baru.

Tahu kan, rambut saya dulu berantakan sekali and everyday-is-bad-hair-day kind of hair. Jadi satu - satunya solusi untuk rambut saya yang semrawut ya cuma dismuting,
ok bukan smuting yah sebenernya sih tapi smoothing. Tapi menurut saya itu agak sok keren sok cool sok asik, jadi smuting lebih baik (oke Dew penting banget deh, bahas aja terruuuuss). Ya udah lah siapa peduli mau smuting atau smoothing. Jadi awalnya saya udah berkali - kali nolak amanat dari Ibu untuk dismuting, karena yang ada di bayangan itu rambut saya bakalan kaya mbak kunti yang lurus mampusss dan... YA, rambut saya jadi tidak semrawut bak benang kusut! Yes!




Teman - teman, makasih ya komentar rambut barunya. Hehehe.

No comments:

Post a Comment